Garut.mediagempar.web.id- Kebutuhan akan layanan rumah sakit yang bermutu semakin meningkat seiring dengan semakin membaiknya perekonomian dan derajat kesehatan masyarakat. Demikian ungkap anggota Komisi IV DPRD Garut dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ade Husna, SPdi, M.MPd menjawab pertanyaan di Kediamannya Seputar Kp.Cibitung, Desa Simpen Kidul, Kecamatan BL.Limbangan, Kamis (29/1/2021).
“Dalam beberapa tahun belakangan ini, industri rumah sakit Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup berarti dengan diterbitkannya berbagai peraturan dan perundang-undangan yang bertujuan untuk mendorong investasi dan menciptakan kondisi bisnis dan jasa rumah sakit yang lebih baik,” paparnya.
Menurut Ade, tidak hanya pemerintah yang memang berkewajiban menyediakan jasa layanan kesehatan kepada masyarakat, para pelaku bisnis pun kini semakin aktif berinvestasi di Industri rumah sakit Indonesia, termasuk di Kabupaten Garut – Jawa Barat. Bisa jadi kata dia, itu yang mendorong bermunculannya berbagai rumah sakit swasta baru dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini.
Ditanya terkait rencana pembangunan Rumah Sakit Swasta Rahayu Sentosa tipe C dibawah naungan PT.Gatra Rahayu Sentosa di Wilayah Desa Cigagade, Kecamatan BL.Limbangan seputar Jln.Bandung – Tasikmalaya, Ade mengatakan, dirinya membenarkan sekaligus yang mendorong rencana pembangunan Rumah Sakit Swasta tersebut.
Namun demikian, kata Ade, perkembangan ini tentunya bukanlah tanpa kendala. Berbagai masalah seperti keterbatasan SDM, penyebaran rumah sakit yang tidak merata.
“Intinya Kabupaten Garut masih membutuhkan pembangunan Rumah Sakit baik yang dikelola oleh Pemkab, maupun swasta,”ujarnya.
Masih menurut Ade, maraknya pembangunan Rumah sakit oleh pihak swasta ini, lebih disebabkan semakin aktifnya pemerintah mendorong investasi swasta di bisnis rumah sakit. Hal ini sebenarnya juga tandasnya terkait dengan makin terbatasnya dana pemerintah untuk pembangunan rumah sakit baru.
“Pemerintah sendiri telah sejak lama mendukung investor swasta untuk berperan dalam pengembangan rumah sakit di Indonesia, termasuk di Kabupaten Garut,” bebernya. (Kang Baden).






